This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Pertemuan Wali Murid dan Pembagian Raport Madrasah Ibtida'iyyah Luqman Al-Hakim

Pertemuan Wali Murid dan Pembagian Raport Madrasah Ibtida'iyyah Luqman Al-Hakim

 Pada tanggal 21 Desember 2013, Madrasah Ibtida'iyyah Luqman Al-Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Medan menggelar pertemuan wali murid. Tujuan dari pada acara ini adalah dalam rangka menjalin silaturrahmi yang lebih erat dan lebih akrab penuh rasa kekeluargaan antara pengurus dan pengelola Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, para Dewan guru serta Orangtua murid. Dengan adanya silaturrahmi ini diharapkan tumbuhnya kesadaran semua pihak untuk sama-sama mengambil peran dan partisipasi semua pihak yang terlibat dalam rangka mengangkat tugas yang sangat berat didalam usaha memajukan pendidikan anak-anak di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan.


   
Disamping itu dalam acara ini juga bisa dilakukan evaluasi hasil belajar para siswa-siswi atau para santri Madrasah Ibtida'iyyah Luqman Al-Hakim serta dijelaskan tentang sistem penilaian yang di lakukan oleh lembaga bagi proses belajar dan mengajar di Madrasah ini.
    Dari segi evaluasi hasil belajar maka bisa dikatakan bahwa hasil belajar siswa-siswi Madrasah Ibtida'iyyah ini secara umum siswa bisa mengikuti materi yang telah diajarkan oleh guru. Adapun siswa-siswi yang kurang bisa mengikuti pelajaran dengan baik hanya berkisar 5% dari total siswa yang berjumlah 40 orang. Ini artinya bahwa proses belajar mengajar telah terlaksana dengan baik. Adapun 5% siswa yang kurang bisa mengikuti pelajaran dengan baik tersebut, maka pihak sekolah akan melakukan pembinaan yang intensif dengan cara melakukan pembimbingan dan pendampingan.
   
Dari sudut pandang sistem penilaian Madrasah Ibtida'iyyah Luqman Al-Hakim menempuh cara yang berbeda tidak seperti yang biasa dilakukan oleh sekolah-sekolah pada umumnya. Pengambilan nilai di sekolah ini dilakukan dengan cara tidak hanya melihat hasil akhir ujian semester, akan tetapi juga memperhatikan tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru kepada siswa-siswi, ulangan harian serta sikap keseharian yang dilakukan oleh siswa-siswi yang telah diamati oleh guru dan dilakukan pencacatan dengan baik.

     Penghargaan prestasi siswa-siswi diberikan berdasarkan capaian hasil tertinggi nilai belajar siswa-siswi  pada setiap bidang studi, sehingga lembaga tidak hanya mencetak juara 1, 2 dan 3 untuk seluruh bidang studi, akan tetapi lembaga bisa mencetak hingga 16 atau lebih para juara. Mengapa hal itu dilakukan tentu hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang dan studi yang mendalam bahwa setiap anak atau setiap siswa-siswi memiliki kelebihan di bidang-bidang tertentu yang dia kuasai, meskipun didalam bidang yang lain dia kurang menguasai sehingga untuk pertimbangan psikologis serta kemajuan peserta didik maka penghargaan tidak hanya dibatasi juara 1, 2 dan 3. Karena ada anak yang mahir dibidang Matematika, Bahasa, Seni serta kepekaan sosial, kepedulian kepada sesama, ketekunan belajar, unggul dalam bidang kebersihan dan lain-lain. Maka di sekolah ini sangat memperhatikan yang namanya multiple intelegensis para siswa dan siswinya, dan semua diberikan penghargaan.