This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Merakit Ulang Perahu Nabi Nuh

Badai dekadensi moral mengamuk, begitu mengganas, merenggut, menenggelamkan banyak korban dari kalangan pelajar dan pemuda. Para orangtua bingung menghadapi dilema. Kemana hendak menyelamatkan generasi mereka?
" Dimanakah ada lingkungan yang dijamin bisa menolong kondisi yang sudah kelewat rusak ini? " demikian ratapan mereka.

Kalau cuma sekedar mencari ilmu, maka sungguh sangat banyak sekolah - sekolah yang bergengsi dan lengkap fasilitasnya. Kalau cuma untuk membekali keterampilan hidup, cukup banyak lembaga pelatihan yang ada. Kalau cuma membekali anak bisa bahasa arab dan membaca kitab-kitab berbahasa Arab serta kemampuan bahasa inggris, sudah banyak yang mendirikan sekolah seperti itu.
Yang menjadi ancaman bukan kekhawatiran anak-anak tidak terampil bekerja, tidak pintar mata pelajarannya. Yang menjadi bayangan mengerikan hari ini adalah virus ganas kebejatan moral yang menyerang  generasi muda kita.
Pondok Pesantren Hidayatullah Medan Tanjung Morawa mencoba menawarka solusi lingkungan pendidikan yang Islami yang aman dari gempuran budaya serta banjir bandang dekadensi moral, amukan liberalisasi dan sekularisasi.
Ibarat merakit perahu Nabi Nuh, mungkin ini dianggap ide gila.Boleh jadi banyak orang mencemoohnya, mengejeknya, tetapi pada saatnya semua orang akan membutuhkannya.
Pekerjaan ini mungkin jauh diluar kemampuan kami. Kami miskin ilmu, miskin pengalaman dan miskin finansial, tetapi yang ada adalah tekat yang kuat untuk menyelamatkan generasi, sekalai layar terkembang pantang surut kebelakang.