This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Bersih itu Sehat, Bersih Itu Indah, Bersih itu Dicintai Allah

 
 
النظافة من الإيمان ( الحديث   
Bersih itu sebahagian dari iman ( Al-Hadits )
إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين ( الحديث )
Sesungguhnya Allah itu mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang – orang yang bersih ( Al-Hadits )
إن الله جميل يحب الجمل ( الحديث )
Sesungguhnya Allah itu mencintai keindahan ( Al-Hadits )
Demikianlah hadits yang sudah banyak kita hafal diluar kepala dan sudah kita dengar sejak di Madrasah Ibtida’iyyah atau sudah sering kita dengar dari ceramah-ceramah para ustadz. Namun sejauh manakah kita telah mengamalkan isi hadits Rasulullah saw tersebut?
Di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa Deli Serdang, hadits tersebut tidak hanya dihafal oleh para santri, tetapi sudah mendarah daging dikalangan santri dan warganya. Mereka tidak mau hanya menghafalnya saja, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran jika , para santri di Pondok Pesantren ini senantiasa menjaga agar kebersihan kampus Pondok tetap terjaga setiap harinya. Setidaknya tiga kali dalam sehari para santri berkeliling kampus untuk melakukan kegiatan kebersihan, yaitu ba’da ٍٍShubuh, bak’da Dhuhur dan ba’da Ashar.  Ba’da shubuh para santri melakukan kegiatan halaqah ta’lim, Wirid Al-Ma’tsurat, belajar Al-Qur’an :  Tahsin, Tartil, Tahfidz dan Tafsir serta Bahasa Arab, para santri kemudia bubar meninggalkan masjid, tetapi tidak langsung menuju asrama, melainkan semua dikomando oleh Dewan Santri untuk keliling kampus sambil memegang sapu lidi untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, baru kemudian ke asrama untuk mandi, ganti pakaian , sarapan dan persiapan berangkat ke sekolah sesuai denga jenjang masing-masing. Tengah hari usai sholat Dhuhur berjama’ah, para santri kembali belajar Terjemah dan tafsir Al-Qur’an, setelah itu mereka bubar dari masjid, tetapi tidak lanmgsung menuju asrama, melainkan semuanya dipimpin oleh Dewan Santrinya untuk keliling kampus membawa sapu lidi dan ada yang membawa gerobak sampah untuk melakukan sweeping sampah sampai ke sudut-sudut kampus. Barulah setelah itu mereka menuju asrama untuk berganti pakaian kemudian makan siang di dapur umum.
Sore hari ba’da shalat jam’ah ashar para santri membaca wirid al-ma’tsurat, menghapal Al-Qur’an serta belajar Bahasa Arab kemudian bubar dengan cara yang sama seperti ba’da shubuh dan ba’da dhuhur mereka keliling kampus mencari dimana saja ada sampah untuk dipungut, disapu, dikumpulkan dan dimasukkan kedalam gerobak untuk dibuang ketempat sampah. Begitulah yang selalu terjadi setiap hari, sehingga kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan ini dikenal sebagai kampus yang bersih dan teduh. Setidaknya itulah yang selalu terdengar dari komentar para pengunjung di pesantren ini, apakah sebagai tamu atau orangtua santri yang sedang mengunjungi putra-putri mereka yang sedang mondok disisni.
Memang itulah yang diinginkan oleh pengelola dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan ini, bahwa setiap ajaran agama yang sudah dipelajari jangan sampai hanya menjadi tambahan pengetahuan saja. Jangan hanya dihafal dan diketahui saja, tetapi harus menjadi amalan kebiasaan sehari-hari. Kita tidak ingin Ilmu Pengetahuan Agama yang sudah diketahui oleh santri nantinya hanya menjadi sampah di otak saja, karena tidak diamalkan. Untuk apa ilmu dipelajari kalau tidak diamalkan. Sesuatu yang sangat menarik adalah ketika beberapa orang yang berkunjung di tempat ini bertanaya kepada kami : “ Kok bisa dan kok mau anak-anak ini bergerak secara otomatis begitu saja hanya sekedar dikomando oleh dewan santri yang juga kawan mereka sendiri?” . ya…..itulah yang terjadi, mereka tanpa harus diteriaki atau digiring, mereka seperti sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok.  Yang kita tanamkan kepada mereka adalah bahwa melakukan kegiatan kebersihan itu tidak sekedar menjadi kegiatan tanpa makna, tetapi dengan menjaga kebersihan itu tentunya adalah dalam rangka menciptakan     lingkungan yang bersih, dan bersih itu sehat , serta indah dipandang, baik untuk mereka sendiri maupun untuk orang lain, sekaligus sebagai ibadah mengundang cinta Allah kepada mereka. Kalau Allah sudah jatuh cinta kepada kita lewat keindahan Kampus , maka insya Allah ada-ada saja yang Allah berikan kepada kita keberkahan hidup.

Hal itu bisa saja dalam bentuk  bantuan lewat orang-orang yang tertarik dengan situasi  Pondok Pesantren yang ada. Terkadang ada yang menawarkan bantuan Material untuk mendukung kelengkapan infrastruktur, ada pula yang berupa bantuan ide untuk mengembangkan kondisi yang ada. Tidak jarang pula yang datang hanya berdecak kagum dan senang dengan suasana yang ada dan tidak memberi apa –apa, tetapi itupun sudah cukup dan bisa mendatangkan pahala tersendiri bagi kita.

Bukankah kalau kita menggembirakan hati orang , kita akan mendapatkan pahala? Paling kurang itu sudah menjadi bagian dari mendakwahkan Islam, bahwa Islam itu bersih, Islam itu indah……Tetapi tidak hanya itu, banyak sekali terjadi para orangtua yang sudah berkeliling ke beberapa pondok pesantren untuk menyekolahkan anaknya , giliran tiba di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, tiba –tiba sang anak menjatuhkan pilihannya di tempat ini setelah meraskan kenyamanan lingkungan dan keteduhannya. Belum lagi kalau para orangtua sadar bahwa hari ini mereka membutuhkan lingkungan belajar anak-anak mereka yang aman dari kepungan budaya barat dan tantangan Globalisasi, mulai dari harus menjauhkan anak-anak dari pergaulan bebas, peredaran narkoba yang merambah kemana-mana dari kota sampai desa, kegilaan anak-anak muda untuk menghabiskan waktunya di warnet untuk main game online dan internet. Maka Pondok Pesantren Hidayatullah sangat cocok menjadi tempat suaka generasi dari gempuran dekadensi moral.