This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Menjajagi Kemungkinan Pengembangan Sayap Dakwah Di Indragiri Hulu


Menuju Indragiri Hulu
Setelah menyelenggarakan pernikahan 6 pasang santri, Pondok Pesantren Hidayatullah Medan berencana mengembangkan sayap dakwahnya ke Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Ada beberapa alasan mengapa Indragiri Hulu menjadi pilihan untuk pengembangan sayap dakwah, pertama karena salah satu mempelai putri dari 6 pasang pengantin yang diselenggarakan pada 1 juli 2014 itu berasal dari sana. Yang kedua, Kabupaten Indragiri Hulu adalah daerah yang Strategis bagi pengembangan dakwah karena mayoritas masyarakatnya adalah suku melayu yang notabene muslim tetapi masih terbelakang dan lemah membutuhkan pembinaan dan belum banyak lembaga pendidikan Islamnya, ketiga, Indragiri merupakan kabupaten yang relatif muda, dikelilingi daerah transmigrasi yang penuh dengan perkebunan karet maupun sawit sehingga masih banyak lahan kosong yang bisa dibeli untuk didirikan Pondok Pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya.

Menambah Air Radiator
Berangkat dari Medan Jam 21.00 WIB dengan dengan Kijang Krista yang kurang sehat karena Radiatornya Bocor sehingga harus istirahat setiap satu jam untuk mengisi air tambahan. Tiga Jam kemudian singgah di Kabupaten Kisaran,tiga jam berikutnya singgah di Kabupaten Labuhan Batu Utara, tiga jam lagi singgah di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, tepatnya di Bagan Batu, setelahnya lagi singgah di Kabupaten Duri dan akhirnya sampai juga di Pekanbaru pada tanggal 29 Agustus 2014 jam 14.00 WIB. Perjalanan yang begitu menyenangkan karena sepanjang jalan sangat ramai kendaraan, hampir tidak ada sepinya, alternatif pilihan tempat istirahat cukup banyak, sepanjang jalan banyak Pompa Bensin yang besar-besar dengan halaman parkir yang luas dilengkapi mushalla yang relatif besar – besar ukurannya dengan MCK yang memadai airnya, serta sepanjang jalan selalu ketemu masjid-masjid yang juga besar-besar dan cantik-cantik.

Masjid Agung Kisaran
Kita bisa istirahat didaerah mana saja di masjid- masjid itu atau di Pompa bensin. Bahkan ada juga pompa bensin yang dilengkapi dengan minimarket seperti indomart dan Alfamart, sehingga tdk susah mencari makanan ringan atau snack. Di Sepanjang jalan kota-kota yang tidak terlalu jauh jaraknya satu sama lain juga senantiasa kita jumpai para penjual nasi atau warung makan dengan berbagai menu sajiannya yang beranekan ragam. Hanya sesekali memang kita akan menjumpai daerah perkebunan karet dan sawit yang sangat panjang membentang. Namun jalanannya tetap ramai dengan kendaraan yang beriring-iringan.

Singgah Di Pekanbaru
 Sampai di Pekanbaru istirahat satu malam meluruskan tulang. Kami semua berjumlah 9 orang. 3 orang wanita dan 6 orang laki-laki, semuanya adalah satu keluarga Bapak Ibu, mertua, anak-anak dan menantu. Sopir bergantian diantara anak-anak muda ini.
Semalaman istirahat, lelah sudah hilang, kendaraan di service terlebih dahulu, Radiator harus dipatri terlebih dahulu untuk menambal yang bocor. Sambil menunggu perbaikan mobil, kami meminjam mobil kawan dari Pesantren Hidayatullah Pekanbaru untuk keliling kota melihat-lihat suasana kota Pekanbaru yang menurut saya cukup besar dan cukup rapi jalan-jalannya. Jalan-jalan cukup lebar dan bersih, tata kota yang cukup rapi dibandingkan dengan Medan. Bangunan-bangunan cukup megah disana sini. Termasuk yang menarik adalah masjid agungnya yang cukup megah dan design gedung perpustakaannya yang cukup eksentrik.

Perpustakaan Nasional Pekanbaru
Pukul 11.00 selesai reparasi mobil, kamipun berangkat menuju kota Rengat, tepatnya di Kecamatan Pematang Rebah di Desa Bunga Tanjung. Desa transmigran yang penuh dengan kebun karet. Perjalanan ditempuh kurang lebih 4 jam dari Pekanbaru ke Rengat. Jalanan cukup lebar dan banyak yang masih baru di hotmik, sungguh lancar dan menyenangkan, sepanjang jalan melihat hutan karet yang rimbun menyenangkan. Kamipun berandai-andai kalau bisa punya kebun karet yang agak luas untuk bisa dijadikan  operasional pesantren.

Istirahat Dan Shalat di Masjid Agung Kerinci
Sesampainya di Rengat kamipun istirahat selama 2 hari 2 malam sambil silaturrahmi ke masyarakat, Alhamdulillah sempat mengisi khutbah jum’at disana. Dan ini yang terpenting dan ini yang ingin saya sampaikan kepada para pengunjung website ini, kami ditawari lahan Karet seluas 2 hektar agar dibeli untuk area pembangunan Pondok Pesantren Di Rengat yang sangat membutuhkan Lembaga Pendidikan Islam semacam Pesantren. Kebun tertanami karet yang sdh menghasilkan. Tempat strategis hanya 2km dari kota Rengat, letak dipinggir jalan lintas, bakal menjadi kota yang ramai nantinya dan tidak lama lagi itu terjadi menurut estimasi saya. Hanya saja dari mana dananya? Nah siapa tau ada diantara pembaca yang berminat untuk investasi akherat pahala mengalir sepanjang masa? Kami menunggunya. Hubungi kami dinomor contact yang ada di website ini.

Jembatan Pekanbaru
Jembatan Menuju Rengat
Kebun Karet
Bersama Keluarga Di Rengat Indragiri Hulu  
       Desa Transmigrasi Yang Membutuhkan 
 Sentuhan Dakwah Islam