This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Hidayatullah Medan Menjadi Tuan Rumah AKSI I


Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi tuan rumah kegiatan Ajang Kreatifitas Santri (AKSI) ke-I Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyyah (KKG-MI) se-Kecamatan Tanjung Morawa. Ajang yang baru kali pertama digelar di Sumatera Utara ini diikuti oleh 350 orang peserta dari 28 Madrasah Ibtidaiyyah.

Acara diselenggarakan di Kampus Terpadu Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa ini dihadiri oleh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Drs. Zulkifli MA, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Ibtidaiyyah, Dra. Siti Maryam MA, dan didampingi Ketua Yayasan Hidayatullah Medan, Ustadz Choirul Anam, selaku tuan rumah.



Sejumlah kegiatan dalam ajang AKSI I ini adalah menggelar aneka lomba seperti kaligrafi, melukis, pildacil, puisi, hafalan surah pendek serta sempoa.

Dalam sambutannya, Ustadz Choirul Anam, mewakili keluarga besar Yayasan Hidayatullah Medan menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan pemerintah menunjuk pihaknya menjadi tuan rumah acara ini.

"Saya menyampaikan harapan kiranya wadah KKG ini bisa menjadi wahana untuk meningkatkan kualitas para pendidik di madrasah di lingkungan kementerian agama," kata bapak murah senyum yang karib disapa Ustadz Anam ini.

Disamping menjadi wadah silaturrahmi antar guru dan antar madrasah, Kyai Anam juga berharap kiranya dengan gelaran akbar ini madarasah yang selama ini dipandang sebelah mata dibanding sekolah umum semakin berdaya saing dan terus bertumbuh.

Ustadz Anam menegaskan, sudah bukan zamannya lagi ada dikotomi terhadap pendidikan Madrasah yang masih kerap dipandang sebagai pendidikan kelas dua.

"Maka dengan adanya AKSI KKG ini madrasah membuktikan diri sebagai pendidikan prioritas bukan lagi alternatif," ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Deli Serdang Drs. Zulkifli MA, menyampaikan bahwa hadirnya madrasah sangat ditunggu masyarakat. Sebab, jelas dia, masyarakat hari ini dihadapkan dihadapkan pada persoalan moralitas dan dengan tantangan lingkungan yakni salah satunya maraknya narkoba dan pergaulan bebas. Pendidikan non madrasah dianggap tidak mampu membendung permasalahan tersebut.

"Saat ini narkoba bergerak dan menyebar tak terbendung. Maka anak anak bangsa ini perlu dibekali agama sejak dini, agar mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang agama sehingga memilki kesanggupan menghadapi tantangan zaman termasuk serangan narkoba," kata Zulkifli.

Bapak Zulkifli pada kesempatan tersebut mendorong kepada para juri untuk setiap cabang lomba agar bersikap obyektif dalam menliai peserta. Jangan melihat anak siapa, murid madrasah mana.

"Tetapi hargailah mereka sesuai dengan kreatifitas mereka, sesuai dengan apa yang mereka miliki. Jangan ajari mereka untuk bohong melalui cara penilaian kita. Tetapi hargailah kemampuan mereka secara sportif," pesan beliau.


Sedangkan Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Ibtidaiyyah, Dra. Siti Maryam MA menyampaikan kebanggaannya kepada perjuangan pada guru madrasah yang tetap bekerja keras demi suksesnya kegiatan AKSI ini di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan.

"Meskipun mereka sudah beberapa bulan belum terima gaji dari sekolah masing-masing, karena dana BOS belum juga cair," katanya disambut tepuk tangan oleh para guru yang hadir dalam pembukaan acara tersebut.

Bapak Zulkifli yang membawahi Pendidikan Madrasah di wilayah tersebut menimpali bahwa bahwa dana BOS itu sifatnya adalah bantuan pemerintah kepada sekolah, dan itu adalah bersifat suplemen.

"Karenanya sekolah atau madrasah jangan tergantung dengan dana Bos. Dana BOS cair atau tidak, pengelola madrasah harus terus berjalan tanpa tergantung dengan dana BOS," tukasnya menjelaskan. (cha/ina)