This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Ujian Terbuka Tahfidz MA/M.Ts. Hidayatullah Medan

Ujian Terbuka Tahfidz MA/M.Ts. Hidayatullah Medan

Ujian Akhir Madrasah Berstandard Nasional - Berbasis Komputer ( UAMBN-BK ) dan Ujian Nasional - Berbasis Komputer ( UN-BK) sudah usai diselenggarakan. Semoga para santri mendapatkan kelulusan dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Namun belum cukup hanya menyelesaikan UAMBN-BK dan UN-BK saja. Para santri Madrasah Alyah dan Tsanawiyah Hidayatullah harus menempuh ujian lain lagi yang tidak kalah beratnya yaitu Ujia Terbuka Tahfidz Al-Qur'an. Maka pada hari ini tanggal 26 April 2019 , ujian tersebut diselenggarakan. 

Ujian tersebut untuk para santri yang tidak ikut dalam program takhassus, karena untuk Program Takhassus telah terlebih dahulu diselenggarakan. Ujian terbuka ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menguji serta mengukur hafalan Al-Quran santri setelah mereka mengikuti pendidikan di Hidayatullah selama 3 tahun. Target minimal yang sudah disepakati oleh pihak penyelenggara pendidikan dengan para santri adalah sebanyak 3 juz. Artinya dalam setiap tahunnya harus mempunyai hafalan Al-Quran sebanyak 1 juz. Jika anak tersebut telah menjadi santri semenjak M.Ts. hingga jenjang MA , maka diharapkan bisa menguasai hafalan Al-Qura'an 6 Juz. Sebuah prestasi hafalan yang menggembirakan. Semoga anak-anak tersebut menjadi "Ahlullah Wa Khasshatuhu" ( Keluarga Besar Allah, dan orang pilihan Allah ) sebuah kedudukan yang tinggi dalam pandangan Allah. Sebuah strata manusia yang sungguh prestisius menurut ukuran ilahiyah. Tentu para orangtua akan bangga memiliki anak-anak yang dekat dan akrab dengan kitab suci bahkan menghafalnya. 

Ujian terbuka ini juga dimaksudkan agar para santri yang mondok di Pesantren ini tidak main-main dengan program hafalan Al-Qur'an ini. Sebab jika main -main dengan program ini maka dapat dipastikan tidak lulus mata pelajaran Al-Quran. Jika tidak lulus mata pelajaran tahfidz maka ijazah tidak diberikan keculai setelah membayar hutang hafalan yang belum tuntas. Dengan demikian , ujian terbuka menjadi sarana unjuk mengambil nilai hafalan Al-Quran santri secara mutqin. bagimana tidak, sebab dalam ujian terbuka ini para santri diuji oleh para guru, oleh para orangtua yang hadir serta oleh para santri sendiri. Dengan cara demikianlah Hafalan Al-Quran itu dikatakan betul-betul hafal bukan sekedar pernah lewat dikepala saja. 

Selamat adik-adik santri, baca dan hafalkan terus Al-qur'anmu, karena tempatmu di Surga sebanyak bacaanmu.