This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

KUNJUNGAN TAMU ALJAZAIR


Pesantren Hidayatullah Medan Tanjung Morawa memang sudah dikenal di manca Negara. Terbukti sudah pernah ada santri yang berasal dari luar negeri, misalnya pada tahun 2015 pesantren ini punya santri yang berasal dari Australia yang bernama Mirza Lumicisi. Pada tahun 2015 menerima dua orang santri asal Malaysia yaitu Sofia dan Tengku Mizwan.
Kali ini datang tamu asal Aljazair untuk mengisi liburan kuliahnya yaitu kandidat Doktor Ahmad Allab. Beliau adalah Kandidiat doctor bidang ekonomi syari’ah yang sedang menyelesaikan doktoralnya di Universitas Kebangsaan Malaysia.
Ahmad Allab, demikianlah nama aslinya, memilih Pesantren Hidayatullah Medan sebagai tempat untuk mengisi liburan karena dipesantren ini beliau bisa bertemu dengan para ustadz yang ramah-ramah dan humoris serta lancar berkomunikasi dengan bahasa Arab dan inggris. Disamping itu di Medan banyak destinasi wisata sebagai tempat tadabbur alam yang menarik untuk dikunjungi, seperti Brastagi, The Hill, Danau Toba dll. yang tidk jauh dari Medan.  
Tidak kalah pentingnya adalah jika berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Medan ,Ahmad Allab selalu berkesempatan untuk  berbagi informasi dan ilmu dengan para santri dan para asatidz, dimana pada dua kali kunjungannya selalu Ahmad Allab mendapat kesempatan untuk sharing pengalaman dengan para asatidz dan santri dalam forum-forum kajian dan halaqoh diluar jam sekolah formal, misalnya pada waktu antara maghrib dan isya’ serta ba’da shubuh. Bahkan untuk Mahasantri Ma’had Aliy Hidayatullah, Ahmad diberi jam khusus untuk presentasi .
Bagi para ustadz dan warga Hidayatullah Medan,  tentu peluang ini tidak disia-siakan untuk menjadi ajang latihan melancarkan bahasa Arab dan inggris mereka. Gaya Ahmad yang sangat akrab dan familiar membuat para asatidz dan santri tidak canggung untuk bergurau dan sesekali meledek Ahmad . Kalau ditanya mengapa Ahmad tidak pergi ke Jawa saja ? Kan lebih banyak tempat wisata ? Beliau selalu menjawab dengan senyum : ”Sudah terlanjur nyaman dengan Ustadz-ustadz disini” kilahnya. “Setiap kami pulang ke Malaysia untuk melanjutkan study, kami selalu merindukan ustadz-ustadz disini, dan saya insya Allah akan sering kesini pada liburan mendatang”.