This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Sejarah Singkat Hidayatullah Medan

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan terletak di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang - Sumatera Utara. Hidayatullah Medan didirikan pada tanggal 18 September 1993. Mulanya lokasi ini berupa semak belukar jauh dari rumah penduduk.

Tanah lokasi Kampus Hidayatullah Medan di Desa Bandar Labuhan ini diberikan oleh Badan Kenadziran Wakaf Departemen Agama Deli Serdang dan diserahkan pengelolaannya kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Medan.

Dalam penyelenggaraannya, Pondok Pesantren Hidayatullah Medan memberi prioritas utama beasiswa pendidikan bagi anak-anak yatim piatu serta anak-anak yang kurang mampu (dhuafa) yang menjadi bagian dari layanan sosialnya.

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan adalah lembaga yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan dan pengembangan ekonomi keummatan.

Pesantren yang lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam melihat kondisi keummatan saat itu, dimana banyak anak-anak yatim dan dhuafa usia sekolah tidak dapat mendapatkan pendidikan yang layak karena ketiadaan dana untuk membayar sekolah akhirnya mereka terpaksa putus sekolah.

Awal kehadiran Pondok Pesantren Hidayatullah di Medan, bermula dari rumah kontrakan di Jl. Karya III Helvetia. Selama satu tahun pengurus menjalin silaturrahim dengan kaum muslimin akhirnya pindah kontrakan di Jl. Bilal Ujung, Gang Arimbi selama dua tahun, bersamaan dengan itulah mendapatkan tanah wakaf di Kecamatan Pancur Batu dan dimanfaatkan selama 1,5 tahun.

Tetapi, karena permasalahan klaim pihak ahli waris akhirnya wakaf tidak berlanjut. Namun demikian, atas izin Allah SWT pada akhirnya Pondok Pesantren Hidayatullah Medan mendapatkan ganti tanah wakaf di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa dengan luas 2,3 Ha yang sekarang sudah berkembang mencapai 7 Hektare.

Di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan para santri ditempa dan dibina, dan tak kenal lelah untuk terus meningkatkan kualitas dan fasilitas pondok hingga sekarang.

Berkat kerja keras para santri, lokasi yang tadinya semak belukar pelan-pelan dirubah menjadi kampus yang asri (Islamic Green Village). Mulanya diawali oleh 9 orang santri dengan segala suka dukanya yang begitu mengesankan dan sukar dilupakan, mereka tidur di bawah pohon besar.

Lalu para dai dan santri awal Hidayatullah ini kemudian membangun gubuk darurat beratapkan daun pisang, pelan-pelan berubah menjadi semi permanen dan satu dua sudah mulai dibangun permanen. Kini, infrastruktur di lingkungan Pesantren Hidayatullah Medan semakin maju berkat dukungan banyak pihak baik pemerintah maupun swasta.

Dan dari 9 orang santri kala itu, kini Kampus Hidayatullah Medan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat yaitu menjadi 700 orang. Unit pendidikannya juga bertambah, mulai dari tingkat TK hingga Madrasah Aliyah/ SMA.

Sekarang lembaga ini tidak hanya menampung anak-anak yatim dan dhuafa tetapi juga berkembang menjadi sekolah unggulan yang profit oriented untuk melayani kalangan menengah ke atas dengan pendidikan modern yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.